Wed. Nov 25th, 2020

Detektor CO adalah perangkat keamanan yang ditempatkan di rumah untuk menyelamatkan nyawa selama keadaan darurat. Oleh karena itu, sangat penting untuk memasang detektor CO dengan tepat untuk mendapatkan hasil terbaik dan deteksi dini. Untuk selanjutnya, pemilik rumah dapat mengikuti tip berikut untuk mendeteksi kebocoran gas lebih awal dan meningkatkan keselamatan secara keseluruhan.

Dasar-dasar gas karbon monoksida.
Memahami sifat umum gas CO meningkatkan kebutuhan pemilik rumah untuk memastikan penempatan yang tepat dan potensi risiko. CO adalah gas yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau yang agak sulit dideteksi tanpa menggunakan detektor. Oleh karena itu, penyakit ini biasanya disebut sebagai ‘silent killer’ dan keracunan yang bermanifestasi sebagai pusing, mual, sakit kepala, dan gejala non-spesifik lainnya.

Gas CO dilepaskan dari pembakaran bahan bakar yang tidak tuntas. Pembakaran yang tidak tuntas mungkin timbul dari peralatan yang rusak, dan penumpukan terjadi di dalam ruangan, terutama di ruangan yang berventilasi buruk. Konsentrasi gas CO yang tinggi mengancam jiwa dan fatal. Gas lebih ringan dari udara sampai tingkat tertentu dan menyebar secara merata.

Studi tentang penempatan detektor CO yang tepat menunjukkan bahwa setiap titik di ruangan berguna dalam deteksi. Namun, untuk deteksi dini konsentrasi kecil, ada aturan umum yang harus diikuti pemilik rumah.

Bagaimana cara kerja detektor karbon monoksida?
Untuk detektor CO, bagian kritisnya adalah sensor alarm. Sensor tersebut menentukan konsentrasi gas CO di dalam ruangan. Ketiga jenis sensor CO yaitu kolorimetri, oksida logam, dan elektrokimia memiliki mekanisme pendeteksian yang berbeda. Penempatan tidak memengaruhi pengoperasian detektor CO secara langsung, tetapi pemosisian mengurangi deteksi dini. Pemicu alarm untuk detektor CO serupa karena mereka mendeteksi konsentrasi CO yang tinggi di udara sekitar alarm.

Menempatkan detektor CO dengan benar.
Ada pedoman umum yang harus diikuti di area pemilik rumah harus memasang detektor. Pertama, pemilik rumah harus memastikan semua ruangan dengan peralatan seperti kompor gas, perapian, tungku, api terbuka, dan ketel memiliki detektor CO. Selain itu, garasi dan ruangan lain dengan mobil yang menjalankan mesin harus memiliki sensor. Ruang keluarga dan area tidur masing-masing harus memiliki detektor CO.

Selain itu, pemilik rumah harus selalu memeriksa hukum dan kode pada pemasangan detektor CO. Untuk apartemen bertingkat, sebaiknya memasang detektor di setiap lantai, termasuk loteng dan ruang bawah tanah. Pemilik rumah harus menempatkan detektor CO di ruangan yang memiliki cerobong asap.

Jumlah detektor yang dipasang tergantung pada dimensi rumah dan jumlah perangkat pembakar bahan bakar. Asosiasi Perlindungan Kebakaran Nasional (NFPA) menyarankan pemilik rumah untuk menginvestasikan setidaknya detektor CO di setiap tingkat rumah. Selain itu, NFPA merekomendasikan penempatan bagian tengah dari detektor CO di luar area tidur dan di wilayah lain seperti yang diwajibkan oleh kode dan hukum setempat. Gas tersebut beracun, dan oleh karena itu, sangat penting bahwa seseorang harus memasang detektor dalam jumlah yang sesuai yang mungkin dibutuhkan rumah.

Pemasangan detektor CO yang benar.
Pemilik rumah harus membaca panduan manual detektor CO di lokasi dan ketinggian yang ditentukan oleh produsen. Ruangan dengan peralatan yang menggunakan bahan bakar seperti kompor dan ketel, atau area api terbuka, detektor harus dipasang 6 inci dari langit-langit. Pemasangan harus lebih tinggi dari ketinggian pintu atau jendela kecuali dinyatakan oleh produsen. Selain itu, pemilik rumah harus memasang detektor CO 3 hingga 10 kaki secara horizontal dari sumber yang memungkinkan.

Ruangan dengan api terbuka atau tanpa peralatan pembakaran bahan bakar harus memiliki detektor CO di dekat area pernapasan. Selain itu, ruangan dengan langit-langit miring akan dipasang di bagian langit-langit yang tinggi. Perangkat harus setinggi pernapasan atau setinggi lutut untuk mempertimbangkan anak-anak dan hewan peliharaan.

Area yang harus dihindari memasang alarm CO.
Pemilik rumah tidak boleh menempatkan detektor CO dekat dengan pemanas air, tungku, atau peralatan memasak karena perangkat tersebut dapat memberikan alarm palsu. Area lain yang harus dihindari termasuk, di samping pintu atau jendela, di atas wastafel, dan tempat-tempat lembab seperti kamar mandi. Selain itu, hindari memasang detektor CO di tempat berdebu karena debu dapat mengganggu sensor perangkat. Demikian pula, pemilik rumah harus memasang detektor jauh dari furnitur yang menghalangi dan ruang tertutup seperti di belakang tirai dan lemari.

Pemilik rumah harus memastikan bahwa pemasangan perangkat tidak dekat dengan kipas, ventilasi udara, atau lubang ventilasi lainnya karena ventilasi menurunkan konsentrasi gas CO di bawah deteksi. Selain itu, area lain yang harus dihindari pemasangan termasuk lokasi luar ruangan dan suhu operasional zona dari detektor CO tidak dijamin. Letakkan perangkat jauh dari jangkauan anak-anak untuk mencegah kerusakan dan gangguan.

Pastikan keefektifan perangkat.
Pemilik rumah harus menghubungi otoritas setempat sebelum membeli detektor CO untuk memastikan mereka mendapatkan perangkat terkini. Selain itu, detektor CO harus memenuhi standar yang ditetapkan oleh Underwriters Laboratories. Alarm harus diuji secara teratur, setidaknya setiap bulan, dan baterai diuji setiap minggu. Pemilik rumah harus membersihkan alarm CO sesuai manufaktur dengan kain bersih dan memperbarui sel setidaknya setiap tahun.

Avatar

By Andre

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

help me write a essay
essay cheap
essay writing services for cheap